Haedar Nashir Kini Resmi Guru Besar

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir, MSi resmi menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Sosiologi.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 35528/M/KP/2019 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Dosen tertanggal 16 Oktober 2019.

Dalam SK itu Haedar Nashir dinaikkan jabatannya dua tingkat lebih tinggi menjadi Profesor dalam Bidang Ilmu Sosiologi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dengan angka kredit sebesar 894,50.

Rektor UMY Dr Ir Gunawan Budiyanto, MP menyebutkan bahwa kini Haedar Nashir menjadi guru besar ke-18 UMY. Menurutnya dengan bertambahnya Guru Besar di lingkungan UMY bisa memperkuat institusi Pascasarjana UMY.

Gunawan menyampaikan pengangkatan Haedar Nashir menjadi guru besar memerlukan proses yang cukup panjang, bukan hanya dari segi administratif. Serta tentunya dalam publikasi karya ilmiah, diharapkan menjadi motivasi para akademisi persyarikatan di tengah memimpin Muhammadiyah.

Kemudian Gunawan mengungkapkan saat ini UMY tengah menyiapkan empat dosen lagi untuk menjadi Guru Besar yang sedang dalam proses. Selain itu, kata Gunawan, pengukuhan Haedar Nashir sebagai Guru Besar masih menunggu jadwal yang telah diagendakan oleh UMY. (Riz)


Link Terkait: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/10/19/haedar-nashir-kini-resmi-guru-besar/

Dihadiri Ribuan Jamaah, Ini Pesan UAS di Masjid UAD

Muhammadiyah Online - Ribuan jamaah memadati Masjid UAD di Ring Road Selatan. Mereka antusia mengikuti ceramah yang disampaikan Ustadz Kharismatik Abdul Shomad. Ceramah yang berlangsung Ahad (13/10/2019) pagi selepas shalat Subuh tersebut mengangkat tema berbakti kepada orang tua.



Berikut isi ceramas UAS, ustadz fenomenal yang sempat tidak diperbolehkan ceramah di UGM. Tulisan saya salin dari grup whatsapp group.



Birrul Walidain

Ust. Abdul Somad
@Masjid Kampus UAD
Ahad, 13 Oktober 2019

Selagi masih ada orang tua muliakanlah mereka jangan pernah menyakiti hati yang membuatnya tidak ridho. Sikap ketika ibu marah ada 3 :
1. Diam
2. Diam
3. Diam

Ridho Allah dapatkan melalui pintu ridho Orang Tua wakil Allah di dunia
Jangan kehadiran kita malah membuat orang tua susah dan kecewa. 

Harta Anak adalah harta orang tua. Anak yang durhaka ke orang tua maka kelak anaknyapun akan durhaka padanya.

Berbuatlah baiklah ke orang tua tanpa batas jangan menggantungkan ke orang tua harus mandiri.

Semangatlah terus dalam membahagiakan orang tua. Apapun yang kita lakukan tidak akan pernah membalas yang sudah orang tua lakukan

Kenapa berbakti ke ibu disebutkan hingga 3x karena ibulah yang mengandung, melahirkan, menyusui.

Cara mengingatkan orang tua ingatkan dengan baik. Raihlah keberkahan dengan berbuat baik ke orang tua.

Jika keduanya sudah meninggal berbakti dengan perbanyak doa dan sedekah atas nama mereka. Salah satu sedekah yang terus mengalir dengan memberi minum. Sedekahlah dengan bangun sumur atas nama mereka. Bangunlah silaturahmi dengan keluarga orang tua.

Kenikmatan terbesar ketika orang tua masih ada. Selagi mereka masih ada muliakanlah mereka. Jangan menunggu tua, jangan menunggu sakit karena sehat pun bisa ajal menjemput. Jangan menyesal setelah mereka tidak ada karena belum maksimal memberikan kebahagiaan buat mereka.

Generasi muda bangkitkan Semangat. Jangan kehilangan semangat. Gunakan maksimal potensi jangan mudah putus asa.

Semoga Bermanfaat

Barokallah fiikum



Link Terkait: https://www.muhammadiyah.online/2019/10/dihadiri-ribuan-jamaah-ini-pesan-uas-di.html

Dosen Peternakan UMM Produksi Permen Sapi, Tingkatkan Konsumsi Pakan dan Kualitas Susu

Bagi masyarakat awam, permen identik dengan hal manis dan menarik fisiknya. Namun tidak demikian jika permen itu untuk binatang khususnya sapi perah. Bentuknya memang tidak jauh beda dengan permen pada umumnya, namun fungsinya sangat bermanfaat untuk meningkatkan konsumsi pakan serta kualitas susu. 


Produk pakan ternak inovatif ini merupakan hasil penemuan program pengabdian dua Dosen Fakultas Peternakan Pertanian Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir.  Asmah Hidayati, MP dan Dr. Ir. Khusnul Khotimah, MM, MP. Program pengabdian ini dilakukan di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.
 
Pengabdian mereka tentang permen sapi atau dikenal dengan Urea Molases Block (UMB) adalah feed additive yang bisa diberikan kepada ternak secara langsung atau digantung. UMB ini terdiri dari bahan pakan molases tetes, urea, bekatul, dedak, bingkil kedelai, tepung, bingkil kelapa, gibs sebagai perekat, mineral dan vitamin.
 
 
Formula ini untuk mencukupi kebutuhan ternak khususnya ternak perah, supaya mineral vitamin dan bahan lain bisa memberikan efek positif dari pengaruh penambahan bahan-bahan ini ke dalam bahan pakan. Sehingga bisa meningkatkan konsumsi. Dengan meningkatnya konsumsi diharapkan nutrisinya terpenuhi. 
 
“Nutrisi dan kwantitas pakan terpenuhi akan menyebabkan produksi susu meningkat. Selain kwantitas produsi susu meningkat, juga kualitas produksi susu meningkat,” ujar Asmah yang saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Peternakan UMM saat ditemui di ruangannya, Rabu (9/10).
 
Peningkatan kwantitas dan kualitas susu tersebut, sambung Asmah, disebabkan UMB mengandung bahan-bahan yang mampu menstimulir efektifitas enzim, meningkatkan hormonal yang bisa memacu produksi susu. Sehingga kualitas dan kwantitas susu meningkat terutama dari sisi kandungan lemak dan protein susunya.
 
Baca juga: Sudah Saatnya Mengislamisasikan Kurikulum Kita

UMB ini dikenal sebagai permen sapi karena dicetak dengan ukuran standar untuk memenuhi seekor sapi. Tentunya UMB ini harus diproduksi setiap hari jika peternak menginginkan meningkatkan pakan secara berlanjut. Kendala di lapangan yaitu peternak menginginkan diproduksi massal sementara peternak tinggal membeli saja.
 
Menariknya, ada juga UMB yang khusus untuk dijilat. Ukurannya lebih besar bisa digantung komposisinya agak berbeda. Lebih banyak pada mineral mix yang akan ditambahkan fungsinya hanya untuk menjilat. “Ibaratnya seperti sambel, berfungsi meningkatkan nafsu makan ternak tersebut,” ungkap Asmah. 
 
Bukan hanya meningkatkan nafsu makan, dampak positif lainnya dari tambahan ini jika bahan pakan diberikan, efeknya berbeda jika dicampur dengan feed additive atau bahan yang ditambahkan ke dalam ransum yang lain. Begitu juga ketika dicampur feed additive yang lain berbeda juga. Dari tingkat pencernaan dan penyerapannya.
 
Baca juga: Akademisi UMM Rembuk Isu Aktual Hukum Nasional
 
Melalui temuan UMB ini, tandas Asmah, pengabdian ini diharapkan selain dapat meningkatkan produksi susu, lebih jauh lagi pendapatan peternak dan taraf ekonominya dapat meningkat. “Jika pendapatan peternak meningkat, akan lebih mudah peternak menggapai cita-citanya,” katanya yang banyak melakukan pengabdian ini.  
 
Pengabdiannya ini diikuti 20 peternak yang dijadikan pioneer. Saat ini masih proses pendampingan dan observasi, apakah produk yang diberikan ke peternak, mengalami peningkatan produksi susu dan kualitasnya. Itu sebabnya produk ini masih proses penyempurnaan bentuk dan kualitas agar menarik serta marketable. (*/can)

Sumber : umm.ac.id

Link Terkait: https://www.muhammadiyah.online/2019/10/dosen-peternakan-umm-produksi-permen.html

Luncurkan Warung Fastabiq, Pemuda Muhammadiyah Ingin Lahirkan 1000 Pengusaha

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seminar Bisnis Gerakan Pengusaha Berkemajuan digelar oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pada sabtu (24/8), di Gedung AR Fachruddin Lt 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut, Soetrisno Bachir Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional, Ahmad Syauqi Soeratno Majelis Ekonomi & Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Suryo Pratolo Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada seminar dengan tema Outlook Bisnis UMKM & Geliat Perdagangan Pasca Pemilu 2019 ini, Horo Wahyudi, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah menuturkan, Ekonomi merupakan problem besar bangsa. Pasalnya Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa tapi pemanfaatannya belum lah maksimal.. Maka menjadi wajar jika kemudian bangsa Indonesia merasa jadi tamu di negeri sendiri.

Horo juga menepis pendapat umum yang mengatakan bahwa memulai berbisnis haruslah memiliki modal. Karenanya modal dijadikan penghalang seseorang untuk melangkah berbisnis. Menurutnya, modal bukanlah problem utama. Lebih penting dari itu adalah kemauan yang kuat sehingga melahirkan kreasi dan inovasi. Kemampuan berkrasi dan berinovasi inilah yang justru nantinya memikat para pemodal.

Suryo Pratolo menambahkan, untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dibutuhkan support dari banyak pihak. Salah satunya dengan kebiasaan membeli produk dari sesamanya. Atau dalam istilah populernya adalah cintailah produk sendiri, cintailah produk dalam negeri.

Ia mencontohkannya dengan program potong gaji karyawan dan dosen UMY sebesar 10% di setiap bulanya untuk membeli produk persyarikatan. Kebetulan UMY sudah memiliki marketplace Bela Beli Produk Muhammadiyah Bermutu (Bedukmutu.com).

Sementara itu, Soetrisno Bachir lebih banyak memberi motivasi berbisnis dalam sesi seminar kali ini. karenanya ia pun berharap dari Pemuda Muhammadiyah ini natinya akan banyak lahir saudagar-saudagar muda Muhammadiyah. “Ttidak hanya menjadi aktivis, akan tetapi harus ada yang menjadi aktivis bisnis di Pemuda Muhammadiyah. Yang penting jangan sampai takut gagal,” pesannya.

Berbicara potensi, menurut Soetrisno, Muhammadiyah memiliki modal bisnis yang lebih baik dari pada organisasi lain. Sebab Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha yang biasa dijadikan mitra bisnis. “Karenanya jangan takut gagal,” tegasnya.

Di akhir acara, diluncurkan Warung Fastabiq sebagai inkubasi dan marketpalce bagi pengusaha, enterpreuner dan calon pengusaha di Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung Fastabiq ini bekerjasama dengan Lazismu untuk memberikan bantuan permodalan bagi enterpreuner di Pemuda Muhammadiyah DIY.

Warung Fastabiq salah satu upaya Pemuda Muhammadiyah untuk pendukung program 1000 pengusaha. (dnx/gsh).


Link Terkait: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/08/24/luncurkan-warung-fastabiq-pemuda-muhammadiyah-ingin-lahirkan-1000-pengusaha/

BTM Muhammadiyah Way Kanan Raih Penghargaan Koperasi Terbaik

MUHAMMADIYAH.ID, WAY KANAN – Koperasi Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Kabupaten Way Kanan berhasil raih penghargaan koperasi terbaik tingkat Kabupaten Way Kanan, Lampung. Penilaian tersebut dilakukan dalam rangka HUT ke-72 tahun 2029 Koperasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemkab Way Kanan.

Disampaikan oleh Akhmad Basyar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Way Kanan, penilaian tersebut untuk memacu tumbuh kembangnya perkoperasian di Way Kanan.

“Selain pembagian piagam penghargaan kepada koperasi terbaik, melalui Bupati Way Kanan penilaian tersebut sebagai upaya pemicu tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat,”katanya, pada Ahad (21/7).  

Penyerahan piagam penghargaan koperasi terbaik kepada BTM Muhammadiyah Way Kanan dilakukan pada, Senin (22/7) dalam Upacara HUT Koperasi ke-72 tahun 2019 Pemkab Way Kanan.

Sementara itu, Eko Praseto Ketua BTM Muhammadiyah Way Kanan, mengucapkan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada koperasi BTM Muhammadiyah Way Kanan.

“Alhamdulillah atas kepercayaan yang diberikan kepada BTM Way Kanan. Dalam pengelolaannya kami memiliki dua usaha yaitu usaha ayam petelur dan penggemukan sapi,” kata Eko Prasetyo.

Ditambahkan pula oleh Munawar, Bendahara BTM Muhammadiyah Way Kanan, dengan penghargaan ini koperasi terus memperbaiki kinerja dan berkontribusi sehingga siap memasuki revolusi industri 4.0 dan melayani masyarakat. Ia juga berharap kedepan BTM Muhammadiyah Way Kanan bisa menjadi pembinaan majelis ekonomi pimpinan Muhammadiyah wilayah dan pusat. (Andi)

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17161-detail-btm-muhammadiyah-way-kanan-raih-penghargaan-koperasi-terbaik.html

MPM Bersama Lazismu Berdayakan Warga Klaten Kembangkan Ternak Ayam

MUHAMMADIYAH.ID, KLATEN — Didukung kondisi geografis, Kabupaten Klaten terpilih menjadi daerah untuk pengembangan ayam broiler organik oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah yang kerjasama dengan Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu).

Huzni Thamrin, Ketua MPM PD Muhammadiyah Klaten, sebagai pilot project program yang dijalankan oleh MPM dan LazisMu. MPM PDM Klaten memanfaatkan program ini sebagai momentum untuk mengembangkan dan memperdayakan pengiat persyarikatan yang berkecimpung dengan dunia peternakan.

“Kita manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan usaha ini dengan memberayakan para pengiat persyarikatan dan yang konsen keumatan dari 5 kecamatan di Klaten, masing-masing diwakili 10 calon peternak,” ungkap Husni pada Sabtu (20/7).

Program yang dikerjakan ini mendapat anggaran sebesar Rp. 450.000.000 yang akan dimanfaatkan para peternak dalam menjalankan program. Untuk menunjang program tersebut, MPM PDM Klaten akan melakukan study banding ke beberapa lokasi peternakan lain.

“Kami juga akan melakukan studi banding di lokasi peternakan yang ada di Tegalduwur, Kecamatan Wonosari, untuk melihat langsung usaha broiler organik yang telah berjalan.” Katanya

Pembekalan yang diberikan kepada calon peternak dimulai dengan penguatan basis teori, kemudian nanti akan pada tahap awal peternak akan diberikan 146 ekor ayam sebagai implementasi dari teori yang didapatkan. Selain itu, peternak juga akan didampingi tim ahli yang akan memantau sampai panen.

Sementara, Sidik Nurrohman, Angota MPM PDM Klaten berharap kepada program ternak ayam broiler yang digulirkan untuk pemberdayaan masayrakat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika dilihat bedanya ayam broiler organik dengan broiler bisa sangat banyak. Dari sisi tekstur dagingnya lebih kenyal, dari sisi rasa ayam broiler organik jika dimasak rasanya lebih gurih,” pungkasnya.


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17151-detail-mpm-bersama-lazismu-berdayakan-warga-klaten-kembangkan-ternak-ayam.html

Peran Dai Muhammadiyah di Era Digital

MUHAMMADIYAH.OR.ID,  MEDAN – Perkembangan dunia digital begitu cepat diera kini. Melihat perkembangan tersebut para Da’I dituntut menjadi pelaku dakwah yang melek digital. Pelaku dawah bukan hanya dakwah dari satu tempat ke tempat lainnya saja namun juga berdakwah ke seluruh dunia menggunakan kemajuan digital.

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia  Sony Zulhada, hadir sebagai pembicara “Dakwah Digital : Tantangan Fiqh Dakwah di Era Informasi  di ISTAID (Islamic Thought and Information for Dakwah) Center Medan, pada Sabtu(20/7).

Ia menyampaikan pada perkembangan teknologi digital saat ini dapat membentuk karakteristik dan prilaku masyarakat yang perlu direspon oleh pelaku dakwah.

“Berdakwah harus responsif, akomodatif dan solutif yaitu tergugah hati bila mendengarkannya, menyesuaikan dengan kondisi dan memberikan solusi sesuai tuntutan zaman. Untuk merespon dengan tepat, pelaku dakwah memerlukan skill dan wawasan era digital,” jelasnya.

Di era digital ini masyarakat dapat mencari sesuatu yang diinginkan di salah satu situs internet. Informasi yang diperlukan akan muncul dengan berbagai sumber. “Era ini adalah puncak dimana semuanya yang serba instan dan banyak dinikmati oleh masyarakat. Saat ini sulit untuk membatasi informasi, bisa saja dilakukan namun tidak akan efektif. Untuk mengimbangi informasi yang tersebar dimasyarakat, sebagai pelaku dakwah harus dapat menggunakan media sosial untuk berinteraksi, jadi masyarakat dapat memperoleh dan memilih informasi yang benar akurat dari sumbernya,” jelasnya lagi.

Menurutnya, saat inilah waktunya para pelaku dakwah harus gencar menggunakan media social karena generasi sekarang banyak yang belajar melalui media sosial dan jika perlu media sosial harus dibanjiri dengan dakwah Islam.

“Pengguna media sosial juga harus berhati-hati dengan informasi yang ada dan jangan sembarang like dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, dengan memberi like saja berarti kita juga turut mendukung dan menyetujui isi dari informasi tersebut,” pungkasnya. (Syifa)

Sumber : Elvin Syahrin 

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17157-detail-peran-dai-muhammadiyah-di-era-digital.html

Prodi Ilmu Pemerintahan UMY Raih Skor Akreditasi Tertinggi di Indonesia

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Prodi IP UMY) mendapatkan akreditasi “A” dengan skor 371. Keputusan ini dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui Surat Keputusan (SK) dengan nomor 1988/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2019 pada (18/6).

Hasil memuaskan ini turut menetapkan Prodi IP UMY sebagai peraih nilai akreditasi tertinggi di Indonesia untuk Program Studi Ilmu Pemerintahan.  

Ketua Prodi IP UMY, Muchamad Zaenuri, menjelaskan bahwa hasil ini diperoleh karena telah menjalani proses yang panjang dan berkelanjutan pada Sumber Daya Manusia (SDM). “Pengembangan kualitas berkelanjutan sudah kami lakukan selama belasan tahun. Tentu saja kalau memakai kacamata BAN-PT ada tujuh standar indikator. Tapi yang pertama dan utama yang kami tingkatkan adalah kualitas SDM. Dosen kami sebagian besar sudah menjadi doktor dan kami juga punya satu guru besar. Dosen-dosen itu juga memiliki karya dan kiprah di tingkat internasional,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Kampus Terpadu UMY pada Selasa (2/7).

Selain meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik, Prodi IP UMY juga mendorong dan mendukung mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

 Zaenuri juga mengatakan bahwa program internasional juga terus digalakan. Ratusan mahasiswa asing telah menuntut pendidikan di Prodi IP UMY.

“Mahasiswa memang kami dorong untuk berprestasi dan data yang kami dapat menunjukkan prestasi mahasiswa tinggat internasional sebanyak 60 persen sedangkan untuk nasional sebanyak 40 persen. Program internasional juga terus ditingkatkan, banyak mahasiswa asing berkuliah di sini dan juga banyak mahasiswa kita yang berkuliah di luar negeri,” katanya.

IP UMY telah menghasilkan banyak alumni yang tersebar diberbagai pelosok negeri. Lulusan yang telah dihasilkan juga berprofesi ke berbagai hal, tetapi ada empat profesi yang paling banyak digeluti oleh almuni. Yaitu pelaku politik dan pemerintahan, peneliti atau dosen, wirausahawan yang bergerak di bidang pelayanan publik dan konsultan.

Dengan hasil ini, Prodi IP UMY berhak menyandang akreditasi selama lima tahun kedepan hingga tahun 2024. Kedepannya juga Zaenuri menargetkan untuk bisa unggul di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2021. Ia juga berharap IP UMY selalu menghasilkan lulusan yang mempunyai pemaham ilmu pemerintahan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman.

“Kami akan berusaha untuk terakreditasi pada tingkat Asia Tenggara pada tahun 2021 kelak. Kami juga selalu berusaha untuk menghasilkan mahasiswa yang berbeda dengan mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang lain. Semoga setelah lulus bisa membawa manfaat bagi umat,” pungkas Zaenuri.

Sumber: BHP UMY


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17025-detail-prodi-ilmu-pemerintahan-umy-raih-skor-akreditasi-tertinggi-di-indonesia.html

Muhammadiyah Gunungkidul Berdayakan Ekonomi Berbasis Jama’ah

MUHAMMADIYAH.ID, GUNUNGKIDUL – Masjid Muhammadiyah Nurul Fatwa Ponjong Gunungkidul bekerjasama dengan Taman Lansia Annaba’ Yogyakarta melakukan Program Pemberdayaan Ekonomi Keumatan Berbasis Jama’ah Masjid. Kegiatan digelar pada Sabtu (29/6) di Kios UsahaMU Jama’ah Masjid, Komplek Usaha Pagan’s Babeta Tanggulangin, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul.

Tri Wuryanti, Pengurus UsahaMU Jama’ah Masjid menginformasikan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi Keumatan Berbasis Jama’ah Masjid ini bertujuan untuk mewadahi dan memfasilitasi pemuda dan jama’ah masjid untuk mengembangkan potensi diri dalam berwirausaha. Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan pemuda dan jama’ah masjid dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.

“Ada lebih dari 25 jama’ah yang berpartisipasi dalam program ini, dengan berbagai produk yang sebagaian besar adalah kuliner jajanan pasar, snack, dan camilan khas Gunungkidul. Diantara produk asli jama’ah yakni Galundeng, Bolu Kukus, Nogosari, Lemet, Cantik Manis, Risole, Bakwan Jagung, Kripik Ubi, Peyek, Marning, Sambel Kacang. Dan juga makanan dan minuman tradisional seperti halnya Lotek, Lotis, Rujak, Cendol Dawet, dan Aneka Jamu Sehat Rempah Jawa,” jelas Tri.

UsahaMU Jama’ah Masjid ini direncanakan buka setiap hari mulai dari jam 05:30 – 14:30 WIB. Warung ini juga turut mengedukasi jama’ah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, salah satunya dengan tutup sementara waktu untuk salat dhuha serta setiap adzan segera tutup untuk berjama’ah ke masjid. (nisa)

Kontributor: trymedia

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17018-detail-muhammadiyah-gunungkidul-berdayakan-ekonomi-berbasis-jama%E2%80%99ah.html

Kolaborasi Sekolah Muhammadiyah Dirikan Laboratorium dan Unit Usaha

MUHAMMADIYAH.ID, SIDOARJO — Tingkatkan sarana prasarana bagi murid-muridnya untuk menyongsong dunia kerja, Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Taman (SMKMITA) dan Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Taman (SMKMDUTA), Sidoarjo lakukan kolaborasi dengan meresmikan laboratorium dan unit usaha pada (30/6) di Halaman SMKDUTA.

Kepala sarana dan prasarana SMKMITA, Faris Rosi Ongko Wibowo dalam sambutannya mengatakan, melalui diresmikannya unit usaha dan laboratorium secara bersamaan adalah usaha serius yang dilakukan oleg SMKMITA dan SMKMDUTA dalam memfasilitasi siswanya untuk menyiapkan peserta didik yang unggul dan siap kerja.

“Besar harapan kami (guru-guru SMKMITA dan SMKMDUTA) dengan dibangunnya unit usaha ini, siswa-siswi bisa merasa betul terfasilitasi. Mereka juga bisa semakin yakin untuk mempersiapkan diri mereka sebelum terjun ke dunia kerja, sebab itulah salah satu tujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan,” ungkapnya

Kolaborasi yang dilakukan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan brading pendidikan di Sekolah-sekolah Muhammadiyah. Selaini itu, kolaborasi ini juga sebagai bentuk kesolidan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Taman, Sidoarjo.

Adapun unit usaha yang diresmikan oleh SMKMITA adalah Laboratorium Umum, Laboratorium Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Lab OTKP), Laboratorium Akuntansi, Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (Lab TKJ), serta Teaching Factory Centra of Dodolan yang mana meliputi Distro SMKMITA, Bank Syari’ah SMKMITA dan Mini Mart SMKMITA.

Sementara, unit usaha yang diresmikan oleh SMKMDUTA adalah Perpustakaan dan Bengkel MDuta La Tansa.

Selain dihadiri oleh guru, dalam peresmian ini juga hadir pimpinan Muhammadiyah, P-SMK, perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri, SMKMITA (SMK Muhammadiyah 1 Taman) dan SMKMDUTA (SMK Muhammadiyah 2 Taman).


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17017-detail-kolaborasi-sekolah-muhammadiyah-dirikan-laboratorium-dan-unit-usaha.html