ATM Beras Lazismu Hadir di Tanwir Muhammadiyah Bengkulu

MUHAMMADIYAH.ID, BENGKULU-- Kini Anjungan Tunai Mandiri (ATM) bukan hanya digunakan tarik tunai uang, tapi juga beras. Tarik tunai beras tersebut direplikasi oleh Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu). Terobosan tersebut guna mempermudah mustahiq dalam memperoleh distribusi zakat.
 
Manajer Program Lazismu Pusat, Falhan Nian Akbar saat ditemui tim Muhammadiyah.id pada Sabtu (16/2) mengatakan, program tersebut sudah berjalan sejak lama, akan tetapi secara simbolis penyerahan ATM Beras kepada Kantor Wilayah LazisMu Bengkulu baru dilakukan pada tanggal 14 Februari 2019 bersamaan dengan acara Tanwir di Bengkulu.
 
"Program secara umum sebenarnya sama secara nasional, akan tetapi untuk lebih rinci kita serahkan kepada Wilayah masing-masing, karena setiap wilayah tidak bisa disamakan menginggat tiap wilayah punya kecenderungan berbeda," kata Falhan.
 
Untuk penempatan mesin ATM Beras akan ditempatkan di kantor Wilayah Lazismu. Kemudian setiap mustahiq akan diberikan kartu yang akan bisa dipakai untuk tarik tunai yang bisa digunakan sesuai jatah yang telah ditetapkan oleh Lazismu tiap wilayah.
 
"Mengingat mesin tidak bisa menampung beras terlalu besar, maka pengambilan beras oleh mustahiq dibatas tiap bulan sekali. Jika jatah bulan ini sudah diambil, maka beras bisa didapat kembali pada bulan depan," tambahnya.
 
Sedangkan untuk stok beras sendiri, Lazismu mendapatkan dari Muzakki yang secara langsung berinfak beras atau pun muzakki yang berinfak uang yang kemudian kita belikan beras kepada petani.
 
Diharapkan dari ATM beras ini bisa memudahkan Mustahiq yang menerima bantuan dan Muzakki yang memberikan beras secara langsung. Selain itu replikasi ATM yang dilakukan Lazismu guna menangapi kemajuan zaman teknologi yang semakin cangih. (aan

Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16006-detail-atm-beras-lazismu-hadir-di-tanwir-muhammadiyah-bengkulu.html

Tempuh Jarak Ratusan Kilo, Aisyiyah Mukomuko Pamerkan Produk Unggulan di Tanwir Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, BENGKULU –  Tanwir adalah salah satu agenda besar dalam organisasi Muhammadiyah. Maka wajarlah bila banyak warga Muhammadiyah yang ingin ikut serta menjadi penggembira dalam penyelenggaraan tanwir ini. 
 
Tidak hanya menjadi penggembira tanwir, banyak warga Muhammadiyah juga yang mengincar kegiatan serba-serbi tanwir lainnya. Seperti seminar, talkshow, pameran dan bazar yang diselenggarakan panitia. 
 
Salah satu peserta stand di bazar tanwir Muhammadiyah dari Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Mukomuko rela menempuh jarak yang cukup jauh yakni selama delapan jam agar bisa mengenalkan produk-produk usaha mereka dari salah satu kabupaten di Bengkulu Utara.
 
“Kami menempuh jarak yang cukup jauh yakni 300km, biasanya kalau naik damri 12 jam, kalau naik travel 8 jam, kalau mobil pribadi bisa 7 jam. Kami sangat antusias untuk mengikuti kegiatan tanwir Muhammadiyah di Bengkulu ini,” kata Siti Chomsatun, Ketua PDA Mukomuko saat diwawancarai redaksi Muhammadiyah.id didepan stand makanan miliknya, Sabtu (16/2). 
 
Ia mengatakan bahwa ‘Aisyiyah yang dipelosok sana ujung Bengkulu masih berupaya untuk terus melakukan syiar dan dakwah juga dengan membangun kekuatan ekonomi masyarakatnya. 
 
“PDA Mukomuko menerima pembinaan dari Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Bengkulu dan kami bagikan juga ilmunya ke Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) dan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah (PRA) di daerah kami,” ujar Siti.

Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16004-detail-tempuh-jarak-ratusan-kilo-aisyiyah-mukomuko-pamerkan-produk-unggulan-di-tanwir-muhammadiyah-.html

Presiden Jokowi Buka Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu

BENGKULU, Suara Muhammadiyah-Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membuka Tanwir Muhammadiyah di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, pada Jumat, 15 Februari 2019. Tiba dari Jakarta, Presiden Jokowi langsung menuju Gedung Daerah Balai Raya Semarak atau Rumah Dinas Gubernur Bengkulu, tempat berlangsungnya pembukaan Sidang Tanwir Muhammdiyah yang kedua, periode 2015-2020.

Dalam sambutannya, Presiden menyebut jasa besar Muhammadiyah bagi bangsa Indonesia. Menurutnya, Muhammadiyah telah berkonstribusi dalam berbagai bidang. Muhammadiyah juga telah melahirkan banyak tokoh yang menjadi pahlawan nasional. Melalui Amal Usahanya, Muhammadiyah telah berjasa besar membantu tugas negara.

Selain Ibu Negara pertama, Fatmawati Soekarno, yang merupakan tokoh Muhammadiyah, Jokowi menyebut Ibu Negara Iriana Jokowi juga pernah berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Bahkan, cucu pertama Presiden Jokowi, Jan Etes juga dilahirkan di RS PKU Muhammadiyah Solo.

Kehadiran Presiden Jokowi didampingi sejumlah menteri kabinet kerja. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Wakapolri Komjen Dono Sukmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Mendikbud Muhadjir Effendy, Head Political Affairs Department Roel van der Veen, Menkominfo Rudiantara, Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut bahwa pemilihan Bengkulu sebagai lokasi Sidang Tanwir Muhammadiyah ke-2 kali ini punya alasan yang kuat. Tak lepas dari banyaknya tokoh Muhammadiyah dan tokoh bangsa yang lahir di Bengkulu.

“Hasan Din adalah konsul Muhammadiyah, dia juga pengusaha ternama dan ayah dari Ibu Negara, Ibu Fatmwati. Dan di Bengulu juga seorang Soekarno beberapa tahun di sini pernah menjadi Ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran Muhammadiyah. Juga ada tokoh Tionghoa Muslim Karim Oey yang juga pengusaha besar dan perintis bahkan pendiri persatuan Islam Tionghoa Indonesia, juga tokoh Muhammadiyah,” urai Haedar. Melalui Tanwir ini, Muhammadiyah ingin mengenang jejak dan menyambung mata rantai sejarah.

Sidang Tanwir sendiri merupakan forum musyawarah tertinggi Muhammadiyah setingkat di bawah muktamar. Dalam forum kali ini akan dibahas tentang berbagai persoalan keorganisasian, keumatan, dan kebangsaan. Tidak hanya mengundang Presiden Jokowi, Tanwir kali ini juga mengundang Prabowo Subianto sebagai tokoh nasional. Kedua sosok yang maju sebagai calon presiden ini diberikan panggung untuk menyampaikan gagasannya. (ribas)


Link Terkait: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/02/15/presiden-jokowi-buka-tanwir-muhammadiyah-di-bengkulu/

Berikut Empat Agenda Besar yang Akan Dibahas pada Sidang Tanwir Muhammadiyah Bengkulu

MUHAMMADIYAH.ID, JAKARTA - Tiga hari menjelang digelarnya Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu 14-17 Februari pekan ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar konferensi pers di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng Jakarta Pusat, Senin (11/3).
 
Diwakili oleh Ketua PP Muhammadiyah Harijayanto Y Thohari dan Bachtiar Effendi beserta Sekretaris Umum Abdul Mu'ti,  PP Muhammadiyah menyampaikan empat agenda besar yang akan dibahas secara spesifik dalam gelaran Tanwir.
 
"Empat agenda besar itu adalah persoalan organisasi yang akan membawa perubahan dalam Anggaran Rumah Tangga Muhamadiyah. Kedua, adalah masalah keumatan, yaitu mengenai pokok pikiran Muhammadiyah dalam kehidupan umat beragama," ungkap Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.
 
"Ketiga adalah masalah kebangsaan. Kami mengundang Bapak Joko Widodo dan Bapak Prabowo dalam kapasitas sebagai tokoh nasional, bukan sebagai calon presiden. Dan keempat, adalah membahas mengenai progres dan dinamika Pimpinan Muhammadiyah di tingkat internasional sampai wilayah," sambung Abdul Mu'ti.
 
Sidang Tanwir dalam Muhammadiyah memiliki kedudukan tertinggi setelah Muktamar, diselenggarakan sekurang-kurangnya satu kali dan dalam periode kepengurusan 2015-2020, Tanwir Bengkulu adalah yang kedua setelah Tanwir Ambon pada 2017.
 
Tanwir Bengkulu yang akan dibuka oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla tersebut membawa tema "Beragama yang Mencerahkan". Menurut Abdul Mu'ti, tema demikian diambil guna menyampaikan pemikiran dan gagasan bagaimana mengangkat dan menempatkan agama sesuai dengan Manhaj Muhammadiyah. 
 
"Mencerahkan adalah bagaimana agama itu hadir dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena saat ini ada gejala yang kita tengarai sedang terjadi yaitu spiritualisasi agama, komodifikasi agama dan politisasi agama. Muhammadiyah akan mengafirmasi makna dan kedudukan agama. Poinnya adalah peneguhan Pancasila sebagai dasar negara, pentingnya menegakkan kedaulatan negara, menyelesaikan kesenjangan ekonomi dan peran penting yang dimainkan Indonesia pada politik global," ujar Abdul Mu'ti.
 
Lebih jauh, Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa sidang Tanwir yang diikuti oleh peserta dari Pimpinan Muhammadiyah tingkat wilayah, peninjau amal usaha, sampai tokoh-tokoh nasional tersebut bersifat terbuka dan dapat diikuti oleh media. (Afandi)

Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-15973-detail-berikut-empat-agenda-besar-yang-akan-dibahas-pada-sidang-tanwir-muhammadiyah-bengkulu.html