Wartawan Itu Adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah

Haedar Nashir, adalah sosok yang tidak asing bagi Republik ini, terutama di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. Beliau adalah Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 menggantikan Prof. Din Syamsuddin yang menjabat Ketua Umum Muhammadiyah sebelumnya.

Sebelum beliau menduduki jabatan sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sosok ideolog Muhammadiyah ini, mengawali karir dan perjalanan hidupnya dengan mengambil pilihan profesi sebagai wartawan Majalah Suara Muhammadiyah.

Profesi sebagai wartawan, beliau jalani sejak menempuh pendidikan tinggi S1 dan S2 di Yogyakarta. Bahkan, walaupun kini beliau sudah berada pada puncak kepemimpinan di organisasi Muhammadiyah, profesi sebagai seorang penulis, tidak begitu saja hilang dari dalam tradisi kehidupan Haedar.

Banyak karya-karya tulis Haedar yang terus hadir dalam berbagai bentuk seperti buku, artikel, kolom dan lainnya, yang kini telah menjadi konsumsi publik. Bahkan hingga saat ini, Haedar masih menekuni dunia jurnalis dengan menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah Suara Muhammadiyah.

Dua gambar ini, menunjukkan 2 aktivitas orang yang sama dalam waktu dan status yang berbeda.

Gambar pertama, merupakan bukti saat Haedar Nashir berprofesi sebagai seorang wartawan majalah Suara Muhammadiyah, ketika melakukan wawancara dengan seorang peneliti asal Jepang, Mitsuo Nakamura di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta.

Sementara foto Kedua adalah, saat Haedar Nashir menjadi keynote speak selaku ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat peluncuran buku Karya Mitsuo Nakamura di Gedung PP Muhammadiyah Jakarta.
Catatan:
Mari berbangga dan berlangganan majalah resmi Persyarikatan, Yaitu Majalah Suara Muhammadiyah.

*Selamat Milad 104 Th Majalah Suara Muhammadiyah ” Inspirasi Literasi Islam Berkemajuan”*

*Selamat Hari Pers Nasional 9 Februari 2019*


Link Terkait: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/02/10/wartawan-itu-adalah-ketua-umum-pp-muhammadiyah/

Ishaq Saleh, Tokoh Muhammadiyah Kalbar Tutup Usia

PONTIANAK, Suara Muhammadiyah – Innalilahi wainnailaihi rajiun, kabar duka datang dari keluarga besar Muhammadiyah Kalimantan Barat. Salah satu tokoh Muhammadiyah Kalbar, Ishaq Saleh meninggal dunia.

Ayahanda dari Sekjen Kemenkes RI Oscar Primadi tersebut berpulang ke Rahmatullah sekitar pukul 17.10 WIB di Rumah Sakit Soedarso, Jum’at (8/2).

Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalbar, Ahmad Zaini, mengungkapkan bahwa Almarhum merupakan kader yang selalu berkhidmat bagi persyarikatan. Beliau pernah menjadi Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalbar dan Pemuda Muhammadiyah Kalbar.

Kemudian masih dalam lingkup persyarikatan almarhum pernah di Majelis PKU, Sekretaris PWM Kalbar, Wakil Ketua PWM Kalbar, penasehat Muhammadiyah Kalbar hingga Ketua Forum Komunikasi Alumni (Fokal) IMM Kalbar.

“Almarhum banyak meninggalkan buah karya, diantaranya perintisan dan pengembangan beberapa sekolah Muhammadiyah di Pontianak, mempelopori berdirinya Universitas Muhammadiyah Pontianak dan Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak,” ungkap Ahmad.

Selain itu Almarhum juga sempat menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Barat beberapa periode, Anggota DPR RI dari Fraksi PAN, dan Anggota DPD RI. Selamat jalan Bapak Ishaq Saleh, Allahumma ighfirlahu wa irhamhu. (riz)


Link Terkait: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/02/09/ishaq-saleh-tokoh-muhammadiyah-kalbar-tutup-usia/

Ketum Aisyiyah: Fatmawati, Sosok Perempuan Muslim Berkemajuan yang Berbakti untuk Bangsa

MUHAMMADIYAH. ID, JAKARTA- Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Noordjannah Djohantini menghadiri dan memberikan sambutan dalam peringatan Mengenang Hari Ulang Tahun (HUT) Ibu Negara Pertama RI, Fatmawati Soekarno yang ke-96, di Grand Ballroom the Tribrata, Jakarta, Selasa (5/2).
 
Pada acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Fatmawati tersebut, Noordjannah menyampaikan bahwa sosok ibu Fatmawati menunjukkan ketokohan seorang perempuan muslimah berkemajuan yang berbakti untuk bangsanya.
 
“Bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam membangun bangsa dan negara dapat kita lihat salah satu contohnya adalah sosok ibu Fatmawati,” ujar Noordjannah.
 
Noordjannah juga menyampaikan untuk mengenang dan meneruskan kisah perjuangan Fatmawati, pada acara ini Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah  mempersembahkan buku berjudul Muslimah Berkemajuan (Sepenggal Riwayat Fatmawati dan ‘Aisyiyah – Muhammadiyah). Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah memberikan penghormatan dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Fatmawati, Ibu Negara Republik Indonesia yang telah banyak berjasa kepada umat Islam dan juga bagi semua golongan dengan latar belakang agama, etnis, dan budaya yang berbeda-beda.
 
 “Fatmawati adalah Ibu Negara dan Ibu Bangsa yang lahir dari keluarga Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang lekat warna keislaman dan keindonesiaannya yang berkemajuan," tuturnya. 
 
Turut hadir dalam memperingati HUT Ibu Fatmawati yang Ke-96, adalah para ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah; Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri; Ibu Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla; Mendikbud, Muhadjir Effendy; Pimpinan/Kepala Kementerian/Lembaga Negara.
 
Sumber: (Suri)

Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-15946-detail-ketum-aisyiyah-fatmawati-sosok-perempuan-muslim-berkemajuan-yang-berbakti-untuk-bangsa.html

Noordjannah : Fatmawati, Sosok Perempuan Muslim Berkemajuan yang Berbakti untuk Bangsa

Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Noordjannah Djohantini menghadiri dan memberikan sambutan dalam peringatan Mengenang Hari Ulang Tahun (HUT) Ibu Negara Pertama RI, Fatmawati Soekarno yang ke-96, di Grand Ballroom the Tribrata, Jakarta, Selasa (5/2).
 
Pada acara yang diselenggarakan oleh Yayasan Fatmawati tersebut, Noordjannah menyampaikan bahwa sosok ibu Fatmawati menunjukan ketokohan seorang perempuan muslimah berkemajuan yang berbakti untuk bangsanya. “Bahwa perempuan dan laki-laki setara dalam membangun bangsa dan negara dapat kita lihat salah satu contohnya adalah sosok ibu Fatmawati,” ujar Noordjannah.
 
  
 
 
Noordjannah juga menyampaikan untuk mengenang dan meneruskan kisah perjuangan Fatmawati, pada acara ini Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah  mempersembahkan buku berjudul Muslimah Berkemajuan (Sepenggal Riwayat Fatmawati dan ‘Aisyiyah – Muhammadiyah). Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah memberikan penghormatan dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Fatmawati, Ibu Negara Republik Indonesia yang telah banyak berjasa kepada umat Islam dan juga bagi semua golongan dengan latar belakang agama, etnis, dan budaya yang berbeda-beda. “Fatmawati adalah Ibu Negara dan Ibu Bangsa yang lahir dari keluarga Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang lekat warna keislaman dan keindonesiaannya yang berkemajuan.”
 
Sosok Fatmawati yang lahir di Bengkulu pada 5 Februari 1923 dan meninggal pada 14 Mei 1980 ini, juga dikenal sebagai aktivis 'Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Kecintaannya pada organisasi perempuan muslim berkemajuan ini bahkan ditunjukan saat menjahit dua kain katun halus yang menjadi bendera Pusaka Indonesia yang dikibarkan saat Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Pada saat itu Fatmawati menjahit sambil menyanyi kumandang Nasyiah.
 
 
 
Turut hadir dalam memperingati HUT Ibu Fatmawati yang Ke-96, adalah para ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah; Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarnoputri; Ibu Wakil Presiden, Mufidah Jusuf Kalla; Mendikbud, Muhadjir Effendy; Pimpinan/Kepala Kementerian/Lembaga Negara. (Suri)

Link Terkait: http://www.aisyiyah.or.id/id/berita/noordjannah-fatmawati-sosok-perempuan-muslim-berkemajuan-yang-berbakti-untuk-bangsa.html