Luncurkan Warung Fastabiq, Pemuda Muhammadiyah Ingin Lahirkan 1000 Pengusaha

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Seminar Bisnis Gerakan Pengusaha Berkemajuan digelar oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah pada sabtu (24/8), di Gedung AR Fachruddin Lt 5, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan tersebut, Soetrisno Bachir Ketua Komite Ekonomi Industri Nasional, Ahmad Syauqi Soeratno Majelis Ekonomi & Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Suryo Pratolo Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

Pada seminar dengan tema Outlook Bisnis UMKM & Geliat Perdagangan Pasca Pemilu 2019 ini, Horo Wahyudi, Ketua PP Pemuda Muhammadiyah menuturkan, Ekonomi merupakan problem besar bangsa. Pasalnya Indonesia memiliki potensi alam yang luar biasa tapi pemanfaatannya belum lah maksimal.. Maka menjadi wajar jika kemudian bangsa Indonesia merasa jadi tamu di negeri sendiri.

Horo juga menepis pendapat umum yang mengatakan bahwa memulai berbisnis haruslah memiliki modal. Karenanya modal dijadikan penghalang seseorang untuk melangkah berbisnis. Menurutnya, modal bukanlah problem utama. Lebih penting dari itu adalah kemauan yang kuat sehingga melahirkan kreasi dan inovasi. Kemampuan berkrasi dan berinovasi inilah yang justru nantinya memikat para pemodal.

Suryo Pratolo menambahkan, untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dibutuhkan support dari banyak pihak. Salah satunya dengan kebiasaan membeli produk dari sesamanya. Atau dalam istilah populernya adalah cintailah produk sendiri, cintailah produk dalam negeri.

Ia mencontohkannya dengan program potong gaji karyawan dan dosen UMY sebesar 10% di setiap bulanya untuk membeli produk persyarikatan. Kebetulan UMY sudah memiliki marketplace Bela Beli Produk Muhammadiyah Bermutu (Bedukmutu.com).

Sementara itu, Soetrisno Bachir lebih banyak memberi motivasi berbisnis dalam sesi seminar kali ini. karenanya ia pun berharap dari Pemuda Muhammadiyah ini natinya akan banyak lahir saudagar-saudagar muda Muhammadiyah. “Ttidak hanya menjadi aktivis, akan tetapi harus ada yang menjadi aktivis bisnis di Pemuda Muhammadiyah. Yang penting jangan sampai takut gagal,” pesannya.

Berbicara potensi, menurut Soetrisno, Muhammadiyah memiliki modal bisnis yang lebih baik dari pada organisasi lain. Sebab Muhammadiyah memiliki banyak amal usaha yang biasa dijadikan mitra bisnis. “Karenanya jangan takut gagal,” tegasnya.

Di akhir acara, diluncurkan Warung Fastabiq sebagai inkubasi dan marketpalce bagi pengusaha, enterpreuner dan calon pengusaha di Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Warung Fastabiq ini bekerjasama dengan Lazismu untuk memberikan bantuan permodalan bagi enterpreuner di Pemuda Muhammadiyah DIY.

Warung Fastabiq salah satu upaya Pemuda Muhammadiyah untuk pendukung program 1000 pengusaha. (dnx/gsh).


Link Terkait: http://www.suaramuhammadiyah.id/2019/08/24/luncurkan-warung-fastabiq-pemuda-muhammadiyah-ingin-lahirkan-1000-pengusaha/

BTM Muhammadiyah Way Kanan Raih Penghargaan Koperasi Terbaik

MUHAMMADIYAH.ID, WAY KANAN – Koperasi Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Kabupaten Way Kanan berhasil raih penghargaan koperasi terbaik tingkat Kabupaten Way Kanan, Lampung. Penilaian tersebut dilakukan dalam rangka HUT ke-72 tahun 2029 Koperasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Pemkab Way Kanan.

Disampaikan oleh Akhmad Basyar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Way Kanan, penilaian tersebut untuk memacu tumbuh kembangnya perkoperasian di Way Kanan.

“Selain pembagian piagam penghargaan kepada koperasi terbaik, melalui Bupati Way Kanan penilaian tersebut sebagai upaya pemicu tumbuh kembangnya perekonomian masyarakat,”katanya, pada Ahad (21/7).  

Penyerahan piagam penghargaan koperasi terbaik kepada BTM Muhammadiyah Way Kanan dilakukan pada, Senin (22/7) dalam Upacara HUT Koperasi ke-72 tahun 2019 Pemkab Way Kanan.

Sementara itu, Eko Praseto Ketua BTM Muhammadiyah Way Kanan, mengucapkan rasa terimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepada koperasi BTM Muhammadiyah Way Kanan.

“Alhamdulillah atas kepercayaan yang diberikan kepada BTM Way Kanan. Dalam pengelolaannya kami memiliki dua usaha yaitu usaha ayam petelur dan penggemukan sapi,” kata Eko Prasetyo.

Ditambahkan pula oleh Munawar, Bendahara BTM Muhammadiyah Way Kanan, dengan penghargaan ini koperasi terus memperbaiki kinerja dan berkontribusi sehingga siap memasuki revolusi industri 4.0 dan melayani masyarakat. Ia juga berharap kedepan BTM Muhammadiyah Way Kanan bisa menjadi pembinaan majelis ekonomi pimpinan Muhammadiyah wilayah dan pusat. (Andi)

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17161-detail-btm-muhammadiyah-way-kanan-raih-penghargaan-koperasi-terbaik.html

MPM Bersama Lazismu Berdayakan Warga Klaten Kembangkan Ternak Ayam

MUHAMMADIYAH.ID, KLATEN — Didukung kondisi geografis, Kabupaten Klaten terpilih menjadi daerah untuk pengembangan ayam broiler organik oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah yang kerjasama dengan Lembaga Amil, Zakat, Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu).

Huzni Thamrin, Ketua MPM PD Muhammadiyah Klaten, sebagai pilot project program yang dijalankan oleh MPM dan LazisMu. MPM PDM Klaten memanfaatkan program ini sebagai momentum untuk mengembangkan dan memperdayakan pengiat persyarikatan yang berkecimpung dengan dunia peternakan.

“Kita manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan usaha ini dengan memberayakan para pengiat persyarikatan dan yang konsen keumatan dari 5 kecamatan di Klaten, masing-masing diwakili 10 calon peternak,” ungkap Husni pada Sabtu (20/7).

Program yang dikerjakan ini mendapat anggaran sebesar Rp. 450.000.000 yang akan dimanfaatkan para peternak dalam menjalankan program. Untuk menunjang program tersebut, MPM PDM Klaten akan melakukan study banding ke beberapa lokasi peternakan lain.

“Kami juga akan melakukan studi banding di lokasi peternakan yang ada di Tegalduwur, Kecamatan Wonosari, untuk melihat langsung usaha broiler organik yang telah berjalan.” Katanya

Pembekalan yang diberikan kepada calon peternak dimulai dengan penguatan basis teori, kemudian nanti akan pada tahap awal peternak akan diberikan 146 ekor ayam sebagai implementasi dari teori yang didapatkan. Selain itu, peternak juga akan didampingi tim ahli yang akan memantau sampai panen.

Sementara, Sidik Nurrohman, Angota MPM PDM Klaten berharap kepada program ternak ayam broiler yang digulirkan untuk pemberdayaan masayrakat bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jika dilihat bedanya ayam broiler organik dengan broiler bisa sangat banyak. Dari sisi tekstur dagingnya lebih kenyal, dari sisi rasa ayam broiler organik jika dimasak rasanya lebih gurih,” pungkasnya.


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17151-detail-mpm-bersama-lazismu-berdayakan-warga-klaten-kembangkan-ternak-ayam.html

Peran Dai Muhammadiyah di Era Digital

MUHAMMADIYAH.OR.ID,  MEDAN – Perkembangan dunia digital begitu cepat diera kini. Melihat perkembangan tersebut para Da’I dituntut menjadi pelaku dakwah yang melek digital. Pelaku dawah bukan hanya dakwah dari satu tempat ke tempat lainnya saja namun juga berdakwah ke seluruh dunia menggunakan kemajuan digital.

Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia  Sony Zulhada, hadir sebagai pembicara “Dakwah Digital : Tantangan Fiqh Dakwah di Era Informasi  di ISTAID (Islamic Thought and Information for Dakwah) Center Medan, pada Sabtu(20/7).

Ia menyampaikan pada perkembangan teknologi digital saat ini dapat membentuk karakteristik dan prilaku masyarakat yang perlu direspon oleh pelaku dakwah.

“Berdakwah harus responsif, akomodatif dan solutif yaitu tergugah hati bila mendengarkannya, menyesuaikan dengan kondisi dan memberikan solusi sesuai tuntutan zaman. Untuk merespon dengan tepat, pelaku dakwah memerlukan skill dan wawasan era digital,” jelasnya.

Di era digital ini masyarakat dapat mencari sesuatu yang diinginkan di salah satu situs internet. Informasi yang diperlukan akan muncul dengan berbagai sumber. “Era ini adalah puncak dimana semuanya yang serba instan dan banyak dinikmati oleh masyarakat. Saat ini sulit untuk membatasi informasi, bisa saja dilakukan namun tidak akan efektif. Untuk mengimbangi informasi yang tersebar dimasyarakat, sebagai pelaku dakwah harus dapat menggunakan media sosial untuk berinteraksi, jadi masyarakat dapat memperoleh dan memilih informasi yang benar akurat dari sumbernya,” jelasnya lagi.

Menurutnya, saat inilah waktunya para pelaku dakwah harus gencar menggunakan media social karena generasi sekarang banyak yang belajar melalui media sosial dan jika perlu media sosial harus dibanjiri dengan dakwah Islam.

“Pengguna media sosial juga harus berhati-hati dengan informasi yang ada dan jangan sembarang like dan menyebarkan informasi yang tidak jelas sumbernya, dengan memberi like saja berarti kita juga turut mendukung dan menyetujui isi dari informasi tersebut,” pungkasnya. (Syifa)

Sumber : Elvin Syahrin 

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17157-detail-peran-dai-muhammadiyah-di-era-digital.html

Prodi Ilmu Pemerintahan UMY Raih Skor Akreditasi Tertinggi di Indonesia

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Prodi IP UMY) mendapatkan akreditasi “A” dengan skor 371. Keputusan ini dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui Surat Keputusan (SK) dengan nomor 1988/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2019 pada (18/6).

Hasil memuaskan ini turut menetapkan Prodi IP UMY sebagai peraih nilai akreditasi tertinggi di Indonesia untuk Program Studi Ilmu Pemerintahan.  

Ketua Prodi IP UMY, Muchamad Zaenuri, menjelaskan bahwa hasil ini diperoleh karena telah menjalani proses yang panjang dan berkelanjutan pada Sumber Daya Manusia (SDM). “Pengembangan kualitas berkelanjutan sudah kami lakukan selama belasan tahun. Tentu saja kalau memakai kacamata BAN-PT ada tujuh standar indikator. Tapi yang pertama dan utama yang kami tingkatkan adalah kualitas SDM. Dosen kami sebagian besar sudah menjadi doktor dan kami juga punya satu guru besar. Dosen-dosen itu juga memiliki karya dan kiprah di tingkat internasional,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Kampus Terpadu UMY pada Selasa (2/7).

Selain meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik, Prodi IP UMY juga mendorong dan mendukung mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

 Zaenuri juga mengatakan bahwa program internasional juga terus digalakan. Ratusan mahasiswa asing telah menuntut pendidikan di Prodi IP UMY.

“Mahasiswa memang kami dorong untuk berprestasi dan data yang kami dapat menunjukkan prestasi mahasiswa tinggat internasional sebanyak 60 persen sedangkan untuk nasional sebanyak 40 persen. Program internasional juga terus ditingkatkan, banyak mahasiswa asing berkuliah di sini dan juga banyak mahasiswa kita yang berkuliah di luar negeri,” katanya.

IP UMY telah menghasilkan banyak alumni yang tersebar diberbagai pelosok negeri. Lulusan yang telah dihasilkan juga berprofesi ke berbagai hal, tetapi ada empat profesi yang paling banyak digeluti oleh almuni. Yaitu pelaku politik dan pemerintahan, peneliti atau dosen, wirausahawan yang bergerak di bidang pelayanan publik dan konsultan.

Dengan hasil ini, Prodi IP UMY berhak menyandang akreditasi selama lima tahun kedepan hingga tahun 2024. Kedepannya juga Zaenuri menargetkan untuk bisa unggul di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2021. Ia juga berharap IP UMY selalu menghasilkan lulusan yang mempunyai pemaham ilmu pemerintahan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman.

“Kami akan berusaha untuk terakreditasi pada tingkat Asia Tenggara pada tahun 2021 kelak. Kami juga selalu berusaha untuk menghasilkan mahasiswa yang berbeda dengan mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang lain. Semoga setelah lulus bisa membawa manfaat bagi umat,” pungkas Zaenuri.

Sumber: BHP UMY


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17025-detail-prodi-ilmu-pemerintahan-umy-raih-skor-akreditasi-tertinggi-di-indonesia.html

Muhammadiyah Gunungkidul Berdayakan Ekonomi Berbasis Jama’ah

MUHAMMADIYAH.ID, GUNUNGKIDUL – Masjid Muhammadiyah Nurul Fatwa Ponjong Gunungkidul bekerjasama dengan Taman Lansia Annaba’ Yogyakarta melakukan Program Pemberdayaan Ekonomi Keumatan Berbasis Jama’ah Masjid. Kegiatan digelar pada Sabtu (29/6) di Kios UsahaMU Jama’ah Masjid, Komplek Usaha Pagan’s Babeta Tanggulangin, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul.

Tri Wuryanti, Pengurus UsahaMU Jama’ah Masjid menginformasikan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi Keumatan Berbasis Jama’ah Masjid ini bertujuan untuk mewadahi dan memfasilitasi pemuda dan jama’ah masjid untuk mengembangkan potensi diri dalam berwirausaha. Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan pemuda dan jama’ah masjid dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.

“Ada lebih dari 25 jama’ah yang berpartisipasi dalam program ini, dengan berbagai produk yang sebagaian besar adalah kuliner jajanan pasar, snack, dan camilan khas Gunungkidul. Diantara produk asli jama’ah yakni Galundeng, Bolu Kukus, Nogosari, Lemet, Cantik Manis, Risole, Bakwan Jagung, Kripik Ubi, Peyek, Marning, Sambel Kacang. Dan juga makanan dan minuman tradisional seperti halnya Lotek, Lotis, Rujak, Cendol Dawet, dan Aneka Jamu Sehat Rempah Jawa,” jelas Tri.

UsahaMU Jama’ah Masjid ini direncanakan buka setiap hari mulai dari jam 05:30 – 14:30 WIB. Warung ini juga turut mengedukasi jama’ah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, salah satunya dengan tutup sementara waktu untuk salat dhuha serta setiap adzan segera tutup untuk berjama’ah ke masjid. (nisa)

Kontributor: trymedia

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17018-detail-muhammadiyah-gunungkidul-berdayakan-ekonomi-berbasis-jama%E2%80%99ah.html

Kolaborasi Sekolah Muhammadiyah Dirikan Laboratorium dan Unit Usaha

MUHAMMADIYAH.ID, SIDOARJO — Tingkatkan sarana prasarana bagi murid-muridnya untuk menyongsong dunia kerja, Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Taman (SMKMITA) dan Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Taman (SMKMDUTA), Sidoarjo lakukan kolaborasi dengan meresmikan laboratorium dan unit usaha pada (30/6) di Halaman SMKDUTA.

Kepala sarana dan prasarana SMKMITA, Faris Rosi Ongko Wibowo dalam sambutannya mengatakan, melalui diresmikannya unit usaha dan laboratorium secara bersamaan adalah usaha serius yang dilakukan oleg SMKMITA dan SMKMDUTA dalam memfasilitasi siswanya untuk menyiapkan peserta didik yang unggul dan siap kerja.

“Besar harapan kami (guru-guru SMKMITA dan SMKMDUTA) dengan dibangunnya unit usaha ini, siswa-siswi bisa merasa betul terfasilitasi. Mereka juga bisa semakin yakin untuk mempersiapkan diri mereka sebelum terjun ke dunia kerja, sebab itulah salah satu tujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan,” ungkapnya

Kolaborasi yang dilakukan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan brading pendidikan di Sekolah-sekolah Muhammadiyah. Selaini itu, kolaborasi ini juga sebagai bentuk kesolidan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Taman, Sidoarjo.

Adapun unit usaha yang diresmikan oleh SMKMITA adalah Laboratorium Umum, Laboratorium Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Lab OTKP), Laboratorium Akuntansi, Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (Lab TKJ), serta Teaching Factory Centra of Dodolan yang mana meliputi Distro SMKMITA, Bank Syari’ah SMKMITA dan Mini Mart SMKMITA.

Sementara, unit usaha yang diresmikan oleh SMKMDUTA adalah Perpustakaan dan Bengkel MDuta La Tansa.

Selain dihadiri oleh guru, dalam peresmian ini juga hadir pimpinan Muhammadiyah, P-SMK, perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri, SMKMITA (SMK Muhammadiyah 1 Taman) dan SMKMDUTA (SMK Muhammadiyah 2 Taman).


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17017-detail-kolaborasi-sekolah-muhammadiyah-dirikan-laboratorium-dan-unit-usaha.html

UANG ITU ALAT BANTU BUKAN KOMODITAS

Pernahkah anda membayangkan jika sampai sekarang kita masih menggunakan pertukaran barang dan tidak menggunakan uang sebagai alat bantu? Anda punya teh, tapi tidak punya kopi. Lalu anda ingin menukarkan teh anda dengan penjual kopi. Kebetulan orang yang punya kopi itu sedang perlu gula tidak perlu teh. Kemana anda akan membawa teh anda untuk ditukarkan? Atau misal yang lain anda ingin menyekolahkan putera anda, lalu anda bawa sagu ke sekolah sebagai bayarannya. Ternyata sekolahnya hanya perlu beras, bukan sagu. Padahal di daerah anda adanya ya sagu itu. Anda pasti akan kebingungan membayar biaya sekolah putera anda.

Sekarang sadarkah anda tentang betapa pentingnya uang itu dalam kehidupan? Uang berfungsi sebagai alat ukur dan alat penilai.Anda tentu akan kebingungan memberikan “harga” pada barang anda jika tidak ada uang. Berapa Kg yang harus anda tukar dengan barang lain yang ingin anda miliki. Ini tidak perlu terjadi jika kita menggunakan uang sebagai alat tukar. Uang sangat memudahkan kita untuk memiliki sesuatu yang yang kita butuhkan tanpa terfikir apa yang dibutuhkan orang lain. Namun demikian, uang tidak dibutuhkan untuk uang itu sendiri, artinya uang diciptakan untuk memperlancar pertukaran dan menetapkan nilai yang wajar dari pertukaran tersebut.

Menurut al-Ghazali, uang diibaratkan cermin yang tidak mempunyai warna, tetapi dapat merefleksikan semua warna, yang maksudnya adalah uang tidak mempunyai harga, tetapi merefleksikan harga semua barang, atau dalam istilah ekonomi klasik disebutkan bahwa uang tidak memberikan kegunaan langsung, yang artinya adalah jika uang digunakan untuk membeli barang, maka barang itu yang akan memberikan kegunaan.Pembahasan mengenai uang juga terdapat dalam kitab “Muqaddimah” yang ditulis oleh Ibnu Khaldun pada abad ke-14. Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa kekayaan suatu negara tidak ditentukan oleh banyaknya uang di negara tersebut, tetapi ditentukan oleh tingkat produksi negara tersebut dan neraca pembayaran yang positif. Apabila suatu negara mencetak uang sebanyak-banyaknya, tetapi bukan merupakan refleksi pesatnya pertumbuhan sector produksi, maka uang yang melimpah tersebut tidak ada nilainya. Sektor produksi merupakan motor penggerak pembangunan suatu negara karena akan menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan pekerja, dan menimbulkan permintaan (pasar) terhadap produksi lainnya.Menurut Ibnu Khaldun, jika nilai uang tidak diubah melalui kebijaksanaan pemerintah, maka kenaikan atau penurunan harga barang semata-mata akan ditentukan oleh kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand), sehingga setiap barang akan memiliki harga keseimbangan. Misalnya, jika di suatu kota makanan yang tersedia lebih banyak daripada kebutuhan, maka harga makanan akan murah, demikian pula sebaliknya. Inflasi (kenaikan) harga semua atau sebagian besar jenis barang tidak akan terjadi karena pasar akan mencari harga keseimbangan setiap jenis barang, karena jika satu barang harganya naik, namun karena tidak terjangkau oleh daya beli, maka harga akan turun kembali.Merujuk kepada Al-Quran, al-Ghazali berpendapat bahwa orang yang menimbun uang adalah seorang penjahat, karena menimbun uang berarti menarik uang secara sementara dari peredaran.

Dalam teori moneter modern, penimbunan uang berarti memperlambat perputaran uang. Hal ini berarti memperkecil terjadinya transaksi, sehingga perekonomian menjadi lesu. Selain itu, al-Ghazali juga menyatakan bahwa mencetak atau mengedarkan uang palsu lebih berbahaya daripada mencuri seribu dirham, karena mencuri adalah suatu perbuatan dosa, sedangkan mencetak dan mengedarkan uang palsu dosanya akan terus berulang setiap kali uang palsu itu dipergunakan dan akan merugikan siapapun yang menerimanya dalam jangka waktu yang lebih panjang.Menurut konsep ekonomi Syariah, uang adalah uang, bukan capital, sementara dalam konsep ekonomi konvensional, konsep uang tidak begitu jelas, misalnya dalam buku “Money, Interest and Capital” karya Colin Rogers, uang diartikan sebagai uang dan capital secara bergantian, sedangkan dalam konsep ekonomi Syariah uang adalah sesuatu yang bersifat flow concept dan merupakan public goods, sedangkan capital bersifat stock concept dan merupakan private goods.

Uang yang mengalir adalah public goods, sedangkan yang mengendap merupakan milik seseorang dan menjadi milik pribadi (private good).Islam, telah lebih dahulu mengenal konsep public goods, sedangkan dalam ekonomi konvensional konsep tersebut baru dikenal pada tahun 1980-an seiring dengan berkembangnya ilmu ekonomi lingkungan yang banyak membicarakan masalah externalities, public goods dan sebagainya. Konsep publics goods tercermin dalam sabda Rasulullah SAW, yakni “Tidaklah kalian berserikat dalam tiga hal, kecuali air, api, dan rumput.”Persamaan fungsi uang dalam sistem ekonomi Syariah dan konvensional adalah uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dan satuan nilai (unit of account), sedangkan perbedaannya ekonomi konvensional menambah satu fungsi lagi sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang menjadi “motif money demand for speculation” yang merubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi perdagangan.

Jauh sebelumnya, Imam al-Ghazali telah memperingatkan bahwa “Memperdagangkan uang ibarat memenjarakan fungsi uang, jika banyak uang yang diperdagangkan, niscaya tinggal sedikit uang yang dapat berfungsi sebagai uang.”Dengan demikian, dalam konsep Islam, uang tidak termasuk dalam fungsi utilitas karena manfaat yang kita dapatkan bukan dari uang itu secara langsung, melainkan dari fungsinya sebagai perantara untuk mengubah suatu barang menjadi barang yang lain. Dampak berubahnya fungsi uang dari sebagai alat tukar dan satuan nilai mejadi komoditi dapat kita rasakan sekarang, yang dikenal dengan teori “Bubble Gum Economic”.


Link Terkait: http://bmtitqan.org/artikel/detail/13/uang-itu-alat-bantu-bukan-komoditas.html

Wakil Rektor UMY Kunjungi Minimarket Surya NglojiMart PCM Minggir

Sleman – Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Suryo Pratolo, M.Si., Ak.,CA. mengunjungi Surya NglojiMart (SNM) yang dikelola PCM Minggir, Selasa (25/6/2019). Dalam kunjungan tersebut juga didampingi pengelola Lazismu DIY, Misbah dan diterima langsung Ketua PCM Minggir H. Nasirun.




Kunjungan tersebut untuk melihat langsung perkembangan Bela beli produk Muhammadiyah bermutu (Bedukmutu) di Minggir yang dikembangkan menjadi minimarket Surya NglojiMart (SNM). SNM merupakan lanjutan dari program Bedukmutu yang digagas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dengan dukungan UMY kini Bedukmutu di Minggir terus berkembang, dan diwujudkan secara riil dengan membangun minimarket untuk mencukupi kebutuhan warga Minggir.




Dengan dana hibah senilai Rp50.000.000 dari UMY, kemudian ditambah lagi untuk pembangunan dari UMY sekitar Rp30.000 serta dengan wakaf dari warga Minggir akhirnya SNM dapat berdiri dengan bangunan seluas 80-an meter, menghabiskan dana Rp237.000.000.


Saat ini SNM sudah beroperasi dan terus dikembangkan sebagai minimarket modern milik pribumi muslim. Sehingga bisa membantu pemberdayaan ekonomi rakyat. Sehingga diharapkan, ada inspirasi dari Cabang Muhammadiyah yang terletak di ujung barat Kabupaten Sleman dan berbatasan langsung dengan Kulon Progo. [r]


Link Terkait: https://www.muhammadiyah.online/2019/06/wakil-rektor-umy-kunjungi-minimarket.html

Tiga Kunci Kemajuan Ranting Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, KUDUS – Kunci kemajuan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat ranting ada tiga hal, yaitu kegiatan pengajian, amal usaha yang berkembang dan kaderisasi melalui angkatan muda. 

Hal itu menjadi poin penting penyampaian KH Subur Abdul Hanif, Sesepuh Muhammadiyah Ranting Getassrabi, Kabupaten Kudus dalam tausaiyahnya dalam Halal Bihalal Keluarga Besar Ranting Muhammadiyah Getassrabi, pada Ahad (23/6) di Darussalam Education Centre.

Adapun uraian tiga kemajuan ranting Muhammadiyah menurut Subur Abdul Haif adalah pertama, adanya pengajian yang dilaksanakan secara rutin dan kosisten. Walaupun di ranting Getassrabi sudah rutin dan konstisten dilaksanakan namun tetap harus dikembangkan dan ditingkatkan pelaksnaanya.

“Di ranting Getassrabi sendiri, sudah ada pengajian Senenan untuk bapak-bapak, pengajian tafsir AL-Qur’an setiap selasa malam dan pengajian rutin Aisyiyah. Selain itu ada juga pengajian dari Majlis Tabligh PDM Kudus dan pertemuan selapanan PCM Gebog, Kudus. Semoga dengan kegiatan ini, kita terus semakin mantap secara akidah dan terus bersemangat berjuang melalui Muhammadiyah,” harap Subur Abdul Hanif.

Kedua adalah amal usaha yang berkembang. Adanya amal usaha di tingkat ranting menjadi bukti bahwa warga Muhammadiyah rajin berinfak dan bersedekah, serta berkomitmen menggembirakan dakwah Muhammadiyah. Amal usaha yang terus berkembang juga menjadi bukti bahwa keberadaan Muhammadiyah diterima masyarakat umum secara luas, tidak hanya oleh warga Muhammadiyah saja.

“Alhamdulillah, ranting Muhammadiyah Getassrabi  punya Darussalam Education Centre yang fokus di bidang pendidikan anak dari penitipan, TK Aisyiyah, TPQ hingga madrasah diniyyah. Agar amal usaha ini terus berkembang, tentu saja harus senantiasa didukung dan diperkuat oleh jamaah,” tambahnya.

Kunci ketiga kemajuan ranting Muhamamdiyah menurut Subur Abul Hanif adalah kaderisasi melalui angkatan muda.

“Kita patut berbangga bahwa kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh AMM, baik IPM, Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiah. Karena itu kami sampaikan terimakasih atas kontribusi angkatan muda dalam berbagai kegiatan ranting dan berharap agar generasi muda ini terus berkembang hingga menjadi penerus dakwah persyarikatan, khususnya di ranting Muhammadiyah Getassrabi ini,” pungkasnya.

Kegiatan Halal Bihalal yang sekaligus pembukaan pengajian rutin di lingkungan ranting Muhammadiyah Getassrabi ini diisi oleh penceramah Ustadz Muttaqin dari Ponpes Muhammadiyah Kudus. (Andi)

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16978-detail-tiga-kunci-kemajuan-ranting-muhammadiyah.html