Prodi Ilmu Pemerintahan UMY Raih Skor Akreditasi Tertinggi di Indonesia

MUHAMMADIYAH.ID, BANTUL - Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Prodi IP UMY) mendapatkan akreditasi “A” dengan skor 371. Keputusan ini dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) melalui Surat Keputusan (SK) dengan nomor 1988/SK/BAN-PT/Akred/S/VI/2019 pada (18/6).

Hasil memuaskan ini turut menetapkan Prodi IP UMY sebagai peraih nilai akreditasi tertinggi di Indonesia untuk Program Studi Ilmu Pemerintahan.  

Ketua Prodi IP UMY, Muchamad Zaenuri, menjelaskan bahwa hasil ini diperoleh karena telah menjalani proses yang panjang dan berkelanjutan pada Sumber Daya Manusia (SDM). “Pengembangan kualitas berkelanjutan sudah kami lakukan selama belasan tahun. Tentu saja kalau memakai kacamata BAN-PT ada tujuh standar indikator. Tapi yang pertama dan utama yang kami tingkatkan adalah kualitas SDM. Dosen kami sebagian besar sudah menjadi doktor dan kami juga punya satu guru besar. Dosen-dosen itu juga memiliki karya dan kiprah di tingkat internasional,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya Kampus Terpadu UMY pada Selasa (2/7).

Selain meningkatkan kualitas dari tenaga pendidik, Prodi IP UMY juga mendorong dan mendukung mahasiswa untuk berprestasi di tingkat nasional hingga internasional.

 Zaenuri juga mengatakan bahwa program internasional juga terus digalakan. Ratusan mahasiswa asing telah menuntut pendidikan di Prodi IP UMY.

“Mahasiswa memang kami dorong untuk berprestasi dan data yang kami dapat menunjukkan prestasi mahasiswa tinggat internasional sebanyak 60 persen sedangkan untuk nasional sebanyak 40 persen. Program internasional juga terus ditingkatkan, banyak mahasiswa asing berkuliah di sini dan juga banyak mahasiswa kita yang berkuliah di luar negeri,” katanya.

IP UMY telah menghasilkan banyak alumni yang tersebar diberbagai pelosok negeri. Lulusan yang telah dihasilkan juga berprofesi ke berbagai hal, tetapi ada empat profesi yang paling banyak digeluti oleh almuni. Yaitu pelaku politik dan pemerintahan, peneliti atau dosen, wirausahawan yang bergerak di bidang pelayanan publik dan konsultan.

Dengan hasil ini, Prodi IP UMY berhak menyandang akreditasi selama lima tahun kedepan hingga tahun 2024. Kedepannya juga Zaenuri menargetkan untuk bisa unggul di tingkat Asia Tenggara pada tahun 2021. Ia juga berharap IP UMY selalu menghasilkan lulusan yang mempunyai pemaham ilmu pemerintahan yang berbasis pada nilai-nilai keislaman.

“Kami akan berusaha untuk terakreditasi pada tingkat Asia Tenggara pada tahun 2021 kelak. Kami juga selalu berusaha untuk menghasilkan mahasiswa yang berbeda dengan mahasiswa Ilmu Pemerintahan yang lain. Semoga setelah lulus bisa membawa manfaat bagi umat,” pungkas Zaenuri.

Sumber: BHP UMY


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17025-detail-prodi-ilmu-pemerintahan-umy-raih-skor-akreditasi-tertinggi-di-indonesia.html

Muhammadiyah Gunungkidul Berdayakan Ekonomi Berbasis Jama’ah

MUHAMMADIYAH.ID, GUNUNGKIDUL – Masjid Muhammadiyah Nurul Fatwa Ponjong Gunungkidul bekerjasama dengan Taman Lansia Annaba’ Yogyakarta melakukan Program Pemberdayaan Ekonomi Keumatan Berbasis Jama’ah Masjid. Kegiatan digelar pada Sabtu (29/6) di Kios UsahaMU Jama’ah Masjid, Komplek Usaha Pagan’s Babeta Tanggulangin, Genjahan, Ponjong, Gunungkidul.

Tri Wuryanti, Pengurus UsahaMU Jama’ah Masjid menginformasikan bahwa Program Pemberdayaan Ekonomi Keumatan Berbasis Jama’ah Masjid ini bertujuan untuk mewadahi dan memfasilitasi pemuda dan jama’ah masjid untuk mengembangkan potensi diri dalam berwirausaha. Sehingga dengan kegiatan ini diharapkan pemuda dan jama’ah masjid dapat meningkatkan pendapatan ekonomi.

“Ada lebih dari 25 jama’ah yang berpartisipasi dalam program ini, dengan berbagai produk yang sebagaian besar adalah kuliner jajanan pasar, snack, dan camilan khas Gunungkidul. Diantara produk asli jama’ah yakni Galundeng, Bolu Kukus, Nogosari, Lemet, Cantik Manis, Risole, Bakwan Jagung, Kripik Ubi, Peyek, Marning, Sambel Kacang. Dan juga makanan dan minuman tradisional seperti halnya Lotek, Lotis, Rujak, Cendol Dawet, dan Aneka Jamu Sehat Rempah Jawa,” jelas Tri.

UsahaMU Jama’ah Masjid ini direncanakan buka setiap hari mulai dari jam 05:30 – 14:30 WIB. Warung ini juga turut mengedukasi jama’ah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan, salah satunya dengan tutup sementara waktu untuk salat dhuha serta setiap adzan segera tutup untuk berjama’ah ke masjid. (nisa)

Kontributor: trymedia

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17018-detail-muhammadiyah-gunungkidul-berdayakan-ekonomi-berbasis-jama%E2%80%99ah.html

Kolaborasi Sekolah Muhammadiyah Dirikan Laboratorium dan Unit Usaha

MUHAMMADIYAH.ID, SIDOARJO — Tingkatkan sarana prasarana bagi murid-muridnya untuk menyongsong dunia kerja, Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 1 Taman (SMKMITA) dan Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah 2 Taman (SMKMDUTA), Sidoarjo lakukan kolaborasi dengan meresmikan laboratorium dan unit usaha pada (30/6) di Halaman SMKDUTA.

Kepala sarana dan prasarana SMKMITA, Faris Rosi Ongko Wibowo dalam sambutannya mengatakan, melalui diresmikannya unit usaha dan laboratorium secara bersamaan adalah usaha serius yang dilakukan oleg SMKMITA dan SMKMDUTA dalam memfasilitasi siswanya untuk menyiapkan peserta didik yang unggul dan siap kerja.

“Besar harapan kami (guru-guru SMKMITA dan SMKMDUTA) dengan dibangunnya unit usaha ini, siswa-siswi bisa merasa betul terfasilitasi. Mereka juga bisa semakin yakin untuk mempersiapkan diri mereka sebelum terjun ke dunia kerja, sebab itulah salah satu tujuan dari Sekolah Menengah Kejuruan,” ungkapnya

Kolaborasi yang dilakukan merupakan langkah strategis dalam meningkatkan brading pendidikan di Sekolah-sekolah Muhammadiyah. Selaini itu, kolaborasi ini juga sebagai bentuk kesolidan pada Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang berada di Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Taman, Sidoarjo.

Adapun unit usaha yang diresmikan oleh SMKMITA adalah Laboratorium Umum, Laboratorium Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran (Lab OTKP), Laboratorium Akuntansi, Laboratorium Teknik Komputer dan Jaringan (Lab TKJ), serta Teaching Factory Centra of Dodolan yang mana meliputi Distro SMKMITA, Bank Syari’ah SMKMITA dan Mini Mart SMKMITA.

Sementara, unit usaha yang diresmikan oleh SMKMDUTA adalah Perpustakaan dan Bengkel MDuta La Tansa.

Selain dihadiri oleh guru, dalam peresmian ini juga hadir pimpinan Muhammadiyah, P-SMK, perwakilan Dunia Usaha dan Dunia Industri, SMKMITA (SMK Muhammadiyah 1 Taman) dan SMKMDUTA (SMK Muhammadiyah 2 Taman).


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-17017-detail-kolaborasi-sekolah-muhammadiyah-dirikan-laboratorium-dan-unit-usaha.html

UANG ITU ALAT BANTU BUKAN KOMODITAS

Pernahkah anda membayangkan jika sampai sekarang kita masih menggunakan pertukaran barang dan tidak menggunakan uang sebagai alat bantu? Anda punya teh, tapi tidak punya kopi. Lalu anda ingin menukarkan teh anda dengan penjual kopi. Kebetulan orang yang punya kopi itu sedang perlu gula tidak perlu teh. Kemana anda akan membawa teh anda untuk ditukarkan? Atau misal yang lain anda ingin menyekolahkan putera anda, lalu anda bawa sagu ke sekolah sebagai bayarannya. Ternyata sekolahnya hanya perlu beras, bukan sagu. Padahal di daerah anda adanya ya sagu itu. Anda pasti akan kebingungan membayar biaya sekolah putera anda.

Sekarang sadarkah anda tentang betapa pentingnya uang itu dalam kehidupan? Uang berfungsi sebagai alat ukur dan alat penilai.Anda tentu akan kebingungan memberikan “harga” pada barang anda jika tidak ada uang. Berapa Kg yang harus anda tukar dengan barang lain yang ingin anda miliki. Ini tidak perlu terjadi jika kita menggunakan uang sebagai alat tukar. Uang sangat memudahkan kita untuk memiliki sesuatu yang yang kita butuhkan tanpa terfikir apa yang dibutuhkan orang lain. Namun demikian, uang tidak dibutuhkan untuk uang itu sendiri, artinya uang diciptakan untuk memperlancar pertukaran dan menetapkan nilai yang wajar dari pertukaran tersebut.

Menurut al-Ghazali, uang diibaratkan cermin yang tidak mempunyai warna, tetapi dapat merefleksikan semua warna, yang maksudnya adalah uang tidak mempunyai harga, tetapi merefleksikan harga semua barang, atau dalam istilah ekonomi klasik disebutkan bahwa uang tidak memberikan kegunaan langsung, yang artinya adalah jika uang digunakan untuk membeli barang, maka barang itu yang akan memberikan kegunaan.Pembahasan mengenai uang juga terdapat dalam kitab “Muqaddimah” yang ditulis oleh Ibnu Khaldun pada abad ke-14. Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa kekayaan suatu negara tidak ditentukan oleh banyaknya uang di negara tersebut, tetapi ditentukan oleh tingkat produksi negara tersebut dan neraca pembayaran yang positif. Apabila suatu negara mencetak uang sebanyak-banyaknya, tetapi bukan merupakan refleksi pesatnya pertumbuhan sector produksi, maka uang yang melimpah tersebut tidak ada nilainya. Sektor produksi merupakan motor penggerak pembangunan suatu negara karena akan menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan pekerja, dan menimbulkan permintaan (pasar) terhadap produksi lainnya.Menurut Ibnu Khaldun, jika nilai uang tidak diubah melalui kebijaksanaan pemerintah, maka kenaikan atau penurunan harga barang semata-mata akan ditentukan oleh kekuatan penawaran (supply) dan permintaan (demand), sehingga setiap barang akan memiliki harga keseimbangan. Misalnya, jika di suatu kota makanan yang tersedia lebih banyak daripada kebutuhan, maka harga makanan akan murah, demikian pula sebaliknya. Inflasi (kenaikan) harga semua atau sebagian besar jenis barang tidak akan terjadi karena pasar akan mencari harga keseimbangan setiap jenis barang, karena jika satu barang harganya naik, namun karena tidak terjangkau oleh daya beli, maka harga akan turun kembali.Merujuk kepada Al-Quran, al-Ghazali berpendapat bahwa orang yang menimbun uang adalah seorang penjahat, karena menimbun uang berarti menarik uang secara sementara dari peredaran.

Dalam teori moneter modern, penimbunan uang berarti memperlambat perputaran uang. Hal ini berarti memperkecil terjadinya transaksi, sehingga perekonomian menjadi lesu. Selain itu, al-Ghazali juga menyatakan bahwa mencetak atau mengedarkan uang palsu lebih berbahaya daripada mencuri seribu dirham, karena mencuri adalah suatu perbuatan dosa, sedangkan mencetak dan mengedarkan uang palsu dosanya akan terus berulang setiap kali uang palsu itu dipergunakan dan akan merugikan siapapun yang menerimanya dalam jangka waktu yang lebih panjang.Menurut konsep ekonomi Syariah, uang adalah uang, bukan capital, sementara dalam konsep ekonomi konvensional, konsep uang tidak begitu jelas, misalnya dalam buku “Money, Interest and Capital” karya Colin Rogers, uang diartikan sebagai uang dan capital secara bergantian, sedangkan dalam konsep ekonomi Syariah uang adalah sesuatu yang bersifat flow concept dan merupakan public goods, sedangkan capital bersifat stock concept dan merupakan private goods.

Uang yang mengalir adalah public goods, sedangkan yang mengendap merupakan milik seseorang dan menjadi milik pribadi (private good).Islam, telah lebih dahulu mengenal konsep public goods, sedangkan dalam ekonomi konvensional konsep tersebut baru dikenal pada tahun 1980-an seiring dengan berkembangnya ilmu ekonomi lingkungan yang banyak membicarakan masalah externalities, public goods dan sebagainya. Konsep publics goods tercermin dalam sabda Rasulullah SAW, yakni “Tidaklah kalian berserikat dalam tiga hal, kecuali air, api, dan rumput.”Persamaan fungsi uang dalam sistem ekonomi Syariah dan konvensional adalah uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dan satuan nilai (unit of account), sedangkan perbedaannya ekonomi konvensional menambah satu fungsi lagi sebagai penyimpan nilai (store of value) yang kemudian berkembang menjadi “motif money demand for speculation” yang merubah fungsi uang sebagai salah satu komoditi perdagangan.

Jauh sebelumnya, Imam al-Ghazali telah memperingatkan bahwa “Memperdagangkan uang ibarat memenjarakan fungsi uang, jika banyak uang yang diperdagangkan, niscaya tinggal sedikit uang yang dapat berfungsi sebagai uang.”Dengan demikian, dalam konsep Islam, uang tidak termasuk dalam fungsi utilitas karena manfaat yang kita dapatkan bukan dari uang itu secara langsung, melainkan dari fungsinya sebagai perantara untuk mengubah suatu barang menjadi barang yang lain. Dampak berubahnya fungsi uang dari sebagai alat tukar dan satuan nilai mejadi komoditi dapat kita rasakan sekarang, yang dikenal dengan teori “Bubble Gum Economic”.


Link Terkait: http://bmtitqan.org/artikel/detail/13/uang-itu-alat-bantu-bukan-komoditas.html

Wakil Rektor UMY Kunjungi Minimarket Surya NglojiMart PCM Minggir

Sleman – Wakil Rektor II Bidang Sumber Daya Manusia Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr. Suryo Pratolo, M.Si., Ak.,CA. mengunjungi Surya NglojiMart (SNM) yang dikelola PCM Minggir, Selasa (25/6/2019). Dalam kunjungan tersebut juga didampingi pengelola Lazismu DIY, Misbah dan diterima langsung Ketua PCM Minggir H. Nasirun.




Kunjungan tersebut untuk melihat langsung perkembangan Bela beli produk Muhammadiyah bermutu (Bedukmutu) di Minggir yang dikembangkan menjadi minimarket Surya NglojiMart (SNM). SNM merupakan lanjutan dari program Bedukmutu yang digagas Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Dengan dukungan UMY kini Bedukmutu di Minggir terus berkembang, dan diwujudkan secara riil dengan membangun minimarket untuk mencukupi kebutuhan warga Minggir.




Dengan dana hibah senilai Rp50.000.000 dari UMY, kemudian ditambah lagi untuk pembangunan dari UMY sekitar Rp30.000 serta dengan wakaf dari warga Minggir akhirnya SNM dapat berdiri dengan bangunan seluas 80-an meter, menghabiskan dana Rp237.000.000.


Saat ini SNM sudah beroperasi dan terus dikembangkan sebagai minimarket modern milik pribumi muslim. Sehingga bisa membantu pemberdayaan ekonomi rakyat. Sehingga diharapkan, ada inspirasi dari Cabang Muhammadiyah yang terletak di ujung barat Kabupaten Sleman dan berbatasan langsung dengan Kulon Progo. [r]


Link Terkait: https://www.muhammadiyah.online/2019/06/wakil-rektor-umy-kunjungi-minimarket.html

Tiga Kunci Kemajuan Ranting Muhammadiyah

MUHAMMADIYAH.ID, KUDUS – Kunci kemajuan dakwah Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat ranting ada tiga hal, yaitu kegiatan pengajian, amal usaha yang berkembang dan kaderisasi melalui angkatan muda. 

Hal itu menjadi poin penting penyampaian KH Subur Abdul Hanif, Sesepuh Muhammadiyah Ranting Getassrabi, Kabupaten Kudus dalam tausaiyahnya dalam Halal Bihalal Keluarga Besar Ranting Muhammadiyah Getassrabi, pada Ahad (23/6) di Darussalam Education Centre.

Adapun uraian tiga kemajuan ranting Muhammadiyah menurut Subur Abdul Haif adalah pertama, adanya pengajian yang dilaksanakan secara rutin dan kosisten. Walaupun di ranting Getassrabi sudah rutin dan konstisten dilaksanakan namun tetap harus dikembangkan dan ditingkatkan pelaksnaanya.

“Di ranting Getassrabi sendiri, sudah ada pengajian Senenan untuk bapak-bapak, pengajian tafsir AL-Qur’an setiap selasa malam dan pengajian rutin Aisyiyah. Selain itu ada juga pengajian dari Majlis Tabligh PDM Kudus dan pertemuan selapanan PCM Gebog, Kudus. Semoga dengan kegiatan ini, kita terus semakin mantap secara akidah dan terus bersemangat berjuang melalui Muhammadiyah,” harap Subur Abdul Hanif.

Kedua adalah amal usaha yang berkembang. Adanya amal usaha di tingkat ranting menjadi bukti bahwa warga Muhammadiyah rajin berinfak dan bersedekah, serta berkomitmen menggembirakan dakwah Muhammadiyah. Amal usaha yang terus berkembang juga menjadi bukti bahwa keberadaan Muhammadiyah diterima masyarakat umum secara luas, tidak hanya oleh warga Muhammadiyah saja.

“Alhamdulillah, ranting Muhammadiyah Getassrabi  punya Darussalam Education Centre yang fokus di bidang pendidikan anak dari penitipan, TK Aisyiyah, TPQ hingga madrasah diniyyah. Agar amal usaha ini terus berkembang, tentu saja harus senantiasa didukung dan diperkuat oleh jamaah,” tambahnya.

Kunci ketiga kemajuan ranting Muhamamdiyah menurut Subur Abul Hanif adalah kaderisasi melalui angkatan muda.

“Kita patut berbangga bahwa kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh AMM, baik IPM, Pemuda Muhammadiyah maupun Nasyiah. Karena itu kami sampaikan terimakasih atas kontribusi angkatan muda dalam berbagai kegiatan ranting dan berharap agar generasi muda ini terus berkembang hingga menjadi penerus dakwah persyarikatan, khususnya di ranting Muhammadiyah Getassrabi ini,” pungkasnya.

Kegiatan Halal Bihalal yang sekaligus pembukaan pengajian rutin di lingkungan ranting Muhammadiyah Getassrabi ini diisi oleh penceramah Ustadz Muttaqin dari Ponpes Muhammadiyah Kudus. (Andi)

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16978-detail-tiga-kunci-kemajuan-ranting-muhammadiyah.html

Pemuda Muhammadiyah Tegal Komitmen Teguhkan Ideologi dan Spirit Wujudkan Tegal Berkemajuan

MUHAMAMDIYAH.ID, TEGAL - Musyawarah Daerah (Musyda) Pemuda Muhammadiyah (PM) Kabupaten tegal telah dilaksanakan pada Sabtu-Ahad, (22-23/6) di komplek SD Muhammadiyah Jatinegara Kabupaten Tegal. Berakhirnya kepemimpinan M. Heri Susanto, Kini PDPM Kab Tegal memiliki nakoda  baru untuk menjalankan amanah program kerjanya. Abdul Ghofar Ismail  adalah kader Pemuda Muhammadiyah yang di usung oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Tarub untuk maju sebagai ketua pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab Tegal, Ghofar  unggul meraih suara 199.

Terpilih Ghofar  merupakan suatu penerus pemuda Muhammadiyah untuk terus meneguhkan Ideologi pemuda Muhammadiyah dan memantapkan spirit Moral untuk terwujudnya Tegal  Berkemajuan.

Saat ditemui di sela-sela acara, Gofar  mengatakan dengan terpilihnya  11 Formatur  saya ketua terpilih berharap ada kerjasama yang  bagus untuk mensukseskan program  program kerja yang akan di matangkan dalam rakerda dalam waktu dekat ini.

“Yang pasti saya akan melaksanakan amanah yang diamanatkan pada saya sebagai ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab Tegal, sesuai visi-misi saya yaitu Menjadikan gerakan dakwah Amar Ma’ruf Nahi Mungkar gerakan keilmuan,” ungkapnya.

Gerakan Kewirausahaan lanjut Ghofar adalah sebagai tumpuan kegiatan dengan memahami setiap persoalan yang timbul dan kebutuhan lingkungan Pemuda Muhammadiyah melakukan amal karya Nyata.

“Dengan mengusung program yang akan di matangkan bersama pleno PDPM Kabupaten Tegal kedepan akan menjadi yang terbaik,” kata dia.

Ia juga berharap agar seluruh kader pemuda Muhammadiyah mulai dari tingkat PRPM sampai PCPM se Kabupaten Tegal. “Mari bersama-sama untuk menggiatkan semangat Pemuda Muhammadiyah untuk terwujudnya Tegal  berkemajuan,” pungkasnya. (Syifa)

Kontributor : Riza A Novanto

 


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16976-detail-pemuda-muhammadiyah-tegal-komitmen-teguhkan-ideologi-dan-spirit-wujudkan-tegal-berkemajuan.html

Mahasiswi UM Purworejo Ubah Kulit Pisang Menjadi Cemilan Sehat

MUHAMMADIYAH.ID, PURWOREJO—Kulit pisang banyak dibuang, dianggap tidak berguna dan hanya sebagai makanan ternak, namun di tangan mahasiswa Agribisnis Universitas Muhammadiyah (UM) Purworejo disulap menjadi makanan cemilan sehat.

Berbekal kemampuan yang mereka miliki, Anisa Dewi Safitri (agribisnis),  Rani Indah Sari (agribisnis), Imas Patimah (agrbisnis) dan Murtirinatun (agribisnis), berhasil menyulap kulit pisang yang awalnya tidak bernilai menjadi cemilan sehat yang bisa menambah pundi ekonomi. Yang mereka beli label  MASKUPIS (Marshmellow Kulit Pisang) dibandrol dengan harga yang terjangkau, yakni Rp. 10.000/pouch.

Arta Kusumaningrum selaku dosen pendamping TIM Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) MASKUPIS mengaku bahwa produk ini  sangat kreatif karena mampu mengubah kulit pisang menjadi bahan makanan.

“Produk  Marshmellow kulit pisang ini sangat kreatif dan ekonomis karena bahan utamanya kulit pisang,  yang   bisanya hanya digunakan untuk  makan ternak ini dibuat sebagai bahan  makanan,” ungkapnya dalam keterangan pers pada, Rabu (18/6)

Dari produk tersebut TIM PKM berhasil mendapat pendanaan dari Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (RISTEKDIKTI) pada tahu 2019.


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16938-detail-mahasiswi-um-purworejo-ubah-kulit-pisang-menjadi-cemilan-sehat.html

SD Muhammadiyah 1 Ketelan Siapkan Strategi E-Learning 4.0

MUHAMMADIYAH.ID, SOLO – SD Muhammadiyah 1 Ketelan menggelar workshop bertajuk “Peningkatan Mutu Pembelajaran dan E-Learning di era 4.0” pada Senin hingga Selasa 17-18 Juni 2019 di Aula sekolah. Kegiatan diikuti sebanyak 75 guru karyawan, driver dan tim dapur sekolah.

Kegiatan akan diisi oleh Jaka Prasetya, Lilik Haryono tim pengembang TIK dan Satlantas Polresta Surakarta Novilia.

Kepala Sekolah Sri Sayekti menyampaikan bahwa sekolah menyadari betul tentang pentingnya menyiapkan strategi untuk menghadapi era 4.0. Ia mengatakan bahwa sekolah memerlukan sebuah terobosan seperti optimalisasi e learning yang menyediakan layanan dan  memudahkan siswa untuk belajar dan memperkuat skill baik di level individu maupun secara kolektif.

“Kami tengah menyiapkan sebuah program yang bisa  mengintegrasikan, memadukan, menyelaraskan  program-program sekolah yang lain, sehingga visi misi tercapai serta budaya mutu sekolah tetap terjaga dengan baik,” katanya. (nisa)

Sumber: Jatmiko


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16937-detail-sd-muhammadiyah-1-ketelan-siapkan-strategi-elearning-40.html

Konsolidasikan Keuangan Mikro, BTM Pekalongan Dirikan Kantor Pusat

MUHAMMADIYAH.ID, PEKALONGAN -Setelah melakukan merger 12 Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) di Kabupaten Pekalongan, akhirnya BTM Pekalongan mendirikan kantor pusat baru di kecamatan Kajen, Pekalongan Jawa Tengah, Senin (17/6).

Usai peresmian pembukaan kantor pusat BTM Pekalongan yang dibarengi dengan pengajian akbar dan silaturahmi Muhammadiyah Pekalongan bersama Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas, Ahad (16/6), Ketua Induk BTM Achmad Suud menyatakan dengan didirikannya kantor pusat tersebut, konsolidasi dan integrasi jaringan BTM se-Pekalongan dipusatkan di kantor baru.

"Dengan gedung tiga lantai yang sangat luas, keberadaan kantor pusat BTM Pekalongan sekaligus sebagai kebanggaan bagi anggota BTM dan warga Muhammadiyah Pekalongan," ujar Suud.

Selain sebagai pusat pelayanan dalam transaksi keuangan, kantor BTM juga dimanfaatkan oleh anggota BTM dalam kegiatan pengembangan sumber daya manusia (SDM), seminar ekonomi syariah dan berbagai edukasi anggota dalam penguatan dan pengembangan BTM.

Melihat hal tersebut, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dalam peresmian kantor pusat BTM Pekalongan menuturkan bahwa peran dan fungsi BTM Pekalongan banyak dirasakan banyak oleh masyarakat Pekalongan. Menurutnya, secara makro kinerja keuangan Kabupaten Pekalongan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa Laju Percepatan Ekonomi sebesar 5,35% lebih tinggi dari capaian tahun 2017 yang 5,28%.

Asip Kholbihi menyakini keberadaan BTM di Pekalongan memiliki kontribusi terhadap pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) selama ini.

"Untuk itu kami akan selalu sinergi dengan BTM dalam membangun kabupaten Pekalongan," tegasnya.

Wujud Konkret Pilar Ketiga Muhammadiyah

Sementara itu Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang Ekonomi Anwar Abbas menilai Pengembangan BTM yang dilakukan oleh Muhammadiyah diseluruh Indonesia sebagai wujud konkret pengembangan pilar ketiga Muhammadiyah yaitu ekonomi.

"Terkait dengan hal itu Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mendukung penuh berbagai upaya yang dilakukan oleh Induk BTM dalam membangun jaringan BTM di seluruh tanah air," terang Anwar.

Untuk membumikan Gerakan Microfinance Muhammadiyah dalam mendirikan satu Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) satu BTM, Anwar Abbas akan mendukung diselenggarakannya gelaran nasional BTM yang diselenggarakan di Pekalongan Jawa Tengah yang akan dihadiri oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan PDM seluruh Indonesia.

Dengan gelaran tersebut, PWM dan PDM yang belum punya BTM akan belajar secara langsung bagaimana mendirikan BTM sebagai pusat keuangan Muhammadiyah.

Apalagi, kepercayaan terhadap BTM saat ini banyak diperoleh dari berbagai pihak seperti Kemenkop UKM, Kemenkeu, KNKS, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersinergi dengan BTM dalam menjalan program pengembangan UMKM. Begitu juga dengan perbankan syariah dan asuransi syariah juga melakukan hal yang sama agar BTM kuat dalam menjalankan operasionalnya.

"Kita berharap agar BTM kedepan menjadi lembaga keuangan yang tangguh dan kuat dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional," tegas Anwar Abbas. (Afandi)


Link Terkait: http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-16936-detail-konsolidasikan-keuangan-mikro-btm-pekalongan-dirikan-kantor-pusat.html